Perpustakaan Lentera 59

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Abi Ghea
Penanda Bagikan

Text

Abi Ghea

Abi Ghea - Nama Orang;

Sinopsis Novel Abighea
Bagi Ghea, Abi adalah pelitanya. Abi bagaikan satu-satunya tempat bagi Ghea untuk bergantung. Segitu pentingnya sosok Abi bagi Ghea, tetapi Abi tidak pernah menyadari hal itu. Sebab, titik fokus abi itu Vanya, bukan Ghea yang merupakan pacarnya.

Ghea dan Abi sudah menjalin hubungan romantis hampir satu tahun lamanya. Namun, ya begitu, tidak ada satu pun sikap Abi yang berubah sejak awal pacaran. Ghea selalu menjadi yang nomor dua. Vanya itu memang sahabat Abi dari kecil.


Rumah Vanya dan Abi juga tetanggaan. Abi bilang, terkadang Vanya itu dimarahi bahkan sampai dipukul oleh ibunya. Ghea sendiri tidak mengerti akan keadaan Vanya, dan tidak mau tau juga. Bohong jika Ghea merasa tidak sakit hati.

Ya, siapa sih yang tidak sakit kalau pacar sendiri lebih peduli kepada cewek lain? Sekalipun ceweknya itu adalah sahabatnya, pasti tetap saja sakit hati kan? Terlebih, Tuhan bisa membolak-balikkan hati manusia.


Ghea pun menarik selimutnya. la merasa kedinginan. Asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Ghea sedang berlibur untuk beberapa hari, jadi Ghea tinggal sendiri di rumahnya. Orang tua Ghea juga sedang berada di belahan bumi yang jauh, karena sedang bekerja dengan kesenangan masing-masing.

Ponsel Ghea terus berdering sedari tadi, Ghea tau persis siapa yang menelponnya, pasti Abi. Ghea kesal sendiri jika mengingat sosok Abi. Akhirnya, Ghea pun memilih untuk melempar handphonenya itu ke lantai yang beralaskan karpet lembut, lalu kembali melanjutkan tidur. Tak lama, Abi berlari menuju ke kamar Ghea.


Abi baru saja pulang sekolah dan langsung pergi ke rumah Ghea. Guru di kelas Ghea tadi mengatakan bahwa Ghea tidak masuk, karena sakit. Pada awalnya Abi tidak percaya. Namun, saat sampai di rumah Ghea, satpam penjaga rumah Ghea juga bilang bahwa Ghea memang sedang sakit.


Saat sampai di kamar Ghea, Abi menemukan Ghea yang sedang meringkuk kedinginan. Abi pun langsung beranjak, dan duduk di tepi ranjang. Tangannya kemudian menepikan helaian rambut Ghea yang menutupi wajah cantiknya. Abi juga mengusap pelan kening Ghea yang berkeringat.

Abi merasakan suhu tubuh Ghea yang hangat. Abi kemudian menghela nafasnya. Tak lama, ia berniat keluar, mencari makanan untuk Ghea. Namun, tangan Ghea menahan tubuh Abi. Abi menoleh, tatapan sayu dari Ghea membuat abi terenyuh. Ghea kemudian menyuruh Abi untuk jangan pergi.

Abi kembali duduk di pinggir ranjang, ia mengangguk tanda mengiyakan perkataan Ghea dan memposisikan tingginya, agar sama dengan tubuh Ghea yang masih

berbaring. Abi kemudian menanyakan kepada Ghea, mengapa ia bisa demam. Ghea pun langsung menjelaskan bahwa ia demam, karena menunggu Abi semalam.

Menunggu Abi yang memang seharusnya bertemu dengan Ghea, tetapi Abi malah memilih untuk bertemu dengan Vanya. Ghea juga langsung bertanya kepada Abi, sebenarnya pacar Abi itu Vanya atau Ghea sih? Ghea sudah lelah mendengar permintaan maaf dari Abi.

Ghea sudah muak mendengar Abi yang beralasan lebih memilih Vanya, karena Vanya kekurangan kasih sayang dan telah dianggap sebagai adiknya sendiri. Lantas, Ghea itu bagaimana? Abi hanya bisa meminta maaf sambil menundukkan kepalanya saat Ghea mengucapkan isi hatinya itu.

Ghea kemudian menghela nafas, lalu merentangkan tangannya, menyuruh Abi untuk menghampirinya. Abi dengan cepat menarik Ghea ke dalam pelukannya. la

mengusap rambut Ghea dengan lembut dan sekali lagi meminta maaf. Ghea mengangguk. Ya, begitulah sosok Ghea, terlalu mudah memaafkan. Dan begitu juga hubungan keduanya, Ghea akan selalu mengalah, karena tidak ingin membuat masalah semakin besar.

Setelah pelukan mereka lepas, Abi menatap Ghea, lalu mengatakan kepada Ghea untuk tidak ujan-ujanan lagi. Apalagi pada malam hari. Ghea lantas bertanya balik, memastikan Abi juga berjanji untuk tidak mengulangi kesalahannya lagi. Abi mengangguk sambil tersenyum. Dalam hati Ghea, sebenarnya ia tahu bahwa itu adalah omong kosong.


Ketersediaan
#
Perpustakaan SMKN 59 Jakarta (813) 813 CHE a
F0000359CHE
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
813 CHE a
Penerbit
Jakarta : Blak Swan Books., 2021
Deskripsi Fisik
332 hlm; 19,5 x 13,5 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-6782-05-7
Klasifikasi
813
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet-ke 2; September
Subjek
Fisikologi-Pengembangan Diri
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Abi Ghea
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Lentera 59
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan SMKN 59 Jakarta merupakan pusat literasi dan sumber belajar bagi seluruh warga sekolah, menyediakan berbagai koleksi buku pelajaran, kejuruan, fiksi, hingga digital. Kami mendukung pengembangan budaya baca, literasi digital, dan pembelajaran mandiri dalam suasana yang nyaman dan inspiratif.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?