Text
Mozachiko
Chiko Gadangga adalah anak lelaki paling keras kepala dan memiliki banyak masalah di sekolahnya, SMA Rajawali. SMA Rajawali menjadi tempat yang mempertemukan Chiko dengan Moza Adisti, siswi yang culun, paling hiperaktif, dan sangat ceria.
Suatu hari, ada kejadian yang membuat Moza ditolong oleh Chiko. Semenjak kejadian itu, Moza kemudian bertekad untuk membuat Chiko menyukainya. Pada suatu ketika, Moza menantang Chiko untuk menjadi pacarnya selama satu bulan lamanya.
Tak disangka-sangka Chiko pun menerima tantangan dari Moza. Masa pacaran dengan Chiko ternyata tak seindah yang dibayangkan Moza. Masa hubungan mereka menjadi masa yang mana menyadarkan Moza pada kenyataan yang selalu menguras air mata Moza.
Chiko selalu berlaku dan menyampaikan kata-kata kasar kepada Moza. Namun, Moza tidak pantang menyerah, dan terus berjuang untuk mendapatkan hati Chiko. Hingga kejadian besar kemudian menggoyangkan niat Moza itu.
Chiko malah suka kepada Nency yang merupakan adik tiri Moza. Hubungan Moza dengan Nency tidak baik. Nency sangat membenci Moza. Perjuangan keras Moza selama itu tidak pernah dihargai, apalagi dibalas oleh Chiko. Bukannya luluh, Chiko malah semakin muak dengan Moza.
Waktu terus berlalu, Chiko kemudian mengenal Moza lebih jauh. Chiko pada akhirnya menjadi suka dengan Moza, hanya saja gengsinya terlalu tinggi untuk mengakuinya. Di sisi lain, Chiko juga menganggap Moza adalah salah satu perempuan yang tidak mempunyai harga diri.
Meskipun Chiko telah menyukai Moza, ia begitu egois dengan tidak mau mengakhiri hubungannya dengan Nency. Hingga suatu saat, Moza melihat kejadian yang sangat memuakkan baginya. Ia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri, Chiko dicium oleh Nency.
Melihat kejadian itu, Moza kemudian marah, sedih, kecewa, hancur, dan merasa perjuangannya selama ini tak dihargai sama sekali. Chiko mendapati Moza melihat kejadian itu, lalu segera mengejar Moza yang segera berlari. Chiko ingin menjelaskan tentang kejadian itu.
Namun, Moza sudah merasa cukup muak dan tidak mau mendengar penjelasan apa pun dari Chiko. Hal yang Moza pikirkan adalah bagaimana bisa ia menyukai orang yang kejam seperti Chiko. Sejak kejadian itu, Moza tidak masuk sekolah dan menghilang.
Chiko tentunya mencari keberadaan Moza. Chiko diberitahu oleh tetangga Moza, bahwa Moza pergi dengan mengendarai mobil. Chiko hampir gila, karena memikirkan kondisi Moza yang sebenarnya tidak bisa mengendarai mobil.
Setelah tiga hari Moza tidak masuk sekolah, ia akhirnya kembali. Moza kembali dengan penampilan yang berubah drastis. Moza yang biasanya tampil culun, kini tampil sangat modis dan cantik, hingga ia menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada di sekitarnya.
Ternyata, bukan hanya penampilan Moza saja yang berubah, tetapi sikapnya juga. Moza yang dahulu selalu hangat dan ceria, kini menjadi dingin dan keras. Bahkan, ia mengabaikan Chiko seperti tidak pernah mengenal sosok itu.
Moza juga kemudian sering membuat ulah di sekolah. Bahkan, Moza juga sempat menjalin hubungan dengan ketua geng di sekolahnya, yang kebetulan juga merupakan musuh Chiko. Keadaan kemudian berbalik, kini Chiko yang mengejar Moza.
Chiko juga kemudian menyadari bagaimana rasanya jadi Moza, bagaimana rasanya sudah berjuang secara keras, tetapi tidak dihargai dan tidak dibalas. Moza pada akhirnya lelah berpura-pura menjadi orang lain. Maka itu, Moza memutuskan untuk pergi saja.
Chiko mengetahui kepergian Moza, dan ia langsung mencarinya. Kebetulan saat itu juga sedang masa liburan sekolah. Chiko kemudian mengetahui bahwa Moza berada di Yogyakarta, yang tak lain merupakan kampung halaman Moza.
Chiko menghabiskan beberapa hari di kampung halaman Moza untuk membujuknya, agar Moza mau kembali ke Jakarta. Namun, Moza bersikukuh tak ingin kembali. Moza juga mengatakan bahwa ia tidak ingin bertemu dengan Chiko lagi. Pada akhirnya, Chiko menyerah dan kembali ke Jakarta.
Tiba saatnya masuk sekolah lagi setelah libur panjang. Chiko yang saat itu sedang berada di kelas, diberitahu oleh temannya bahwa Moza menunggunya di seberang jalan sekolah. Chiko sontak langsung berlari dengan cepat untuk menghampiri Moza.
Moza juga langsung menghampiri Chiko ketika melihat sosoknya di seberang jalan. Namun, tiba-tiba sebuah mobil menghantam tubuh Moza. Moza kemudian tak sadarkan diri selama beberapa hari.
Tidak tersedia versi lain