Text
Sejarah SMK/MAK Kelas XI Kurikulum Merdeka
Kurikulum Merdeka untuk Sejarah SMK/MAK Kelas XI, sebagaimana kurikulum secara umum, menekankan pada pembelajaran yang lebih fleksibel dan berpusat pada siswa, memberikan otonomi lebih besar kepada guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Dalam konteks sejarah, ini berarti siswa didorong untuk aktif dalam menempatkan peristiwa sejarah pada konteks zamannya, memahami nilai atau hikmah dari peristiwa tersebut, serta berpartisipasi aktif dalam kegiatan kesejarahan.
Poin-poin penting dalam Sejarah SMK/MAK Kelas XI Kurikulum Merdeka:
Pendekatan Pembelajaran:
Pergeseran dari pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa, mendorong siswa untuk lebih aktif dan terlibat dalam proses belajar.
Keterampilan Abad 21:
Kurikulum ini menekankan pada pengembangan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kemampuan berkomunikasi, yang relevan dengan konteks sejarah.
Relevansi dengan Kehidupan Siswa:
Materi sejarah disajikan agar lebih relevan dengan kehidupan siswa, memungkinkan mereka untuk memahami bagaimana peristiwa masa lalu membentuk masa kini.
Penekanan pada Pemahaman Konteks:
Siswa didorong untuk memahami peristiwa sejarah dalam konteks zamannya, bukan hanya menghafal fakta dan tanggal.
Evaluasi yang Beragam:
Evaluasi tidak hanya berfokus pada tes tertulis, tetapi juga mencakup proyek, presentasi, dan bentuk evaluasi lain yang lebih kontekstual.
Materi yang Dipelajari dalam Sejarah Kelas XI (Contoh):
Kerajaan-kerajaan Maritim di Nusantara:
Mempelajari bagaimana kerajaan-kerajaan maritim seperti Sriwijaya dan Majapahit berperan dalam sejarah Indonesia dan dunia.
Peristiwa-peristiwa di Eropa yang Berpengaruh Besar:
Mengkaji peristiwa-peristiwa penting di Eropa, seperti Revolusi Industri dan Revolusi Prancis, yang berdampak global.
Revolusi-Revolusi Besar di Dunia:
Memahami revolusi-revolusi besar seperti Revolusi Amerika dan Revolusi Rusia serta dampaknya.
Paham-Paham Besar Dunia dan Gerakan Nasionalisme:
Mempelajari berbagai paham seperti liberalisme, sosialisme, dan nasionalisme, serta kaitannya dengan gerakan nasionalisme di Asia dan Afrika.
Kurikulum Merdeka secara umum memberikan fleksibilitas dan otonomi bagi sekolah dan guru untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan konteks lokal. Dalam konteks sejarah, hal ini memungkinkan guru untuk memilih materi dan metode pembelajaran yang paling relevan dan menarik bagi siswa mereka.
Tidak tersedia versi lain