Perpustakaan Lentera 59

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Dago Setelah Hujan
Penanda Bagikan

Text

Dago Setelah Hujan

Skysphire - Nama Orang; Reghita Nabilla - Nama Orang; Tingker Desain - Nama Orang;

Sinopsis Novel Dago Setelah Hujan

“Mana yang menurutmu lebih baik, terluka karena memeluknya atau terluka karena merindukannya.” –Dago Setelah Hujan

Kisah Dago dan Mentari kembali lagi, tapi kisah ini menceritakan bagaimana kehidupan pernikahan keduanya. Setelah Dago berhasil mendapatkan hati Mentari dan melanjutkan hubungan mereka ke pernikahan dengan harapan akan hidup bersama hingga akhir hayat.

Setelah berpacaran beberapa tahun, Dago akhirnya mengajak Mentari untuk meniti kehidupan yang serius ke jenjang pernikahan. Bayang-bayang pernikahan yang diidamkan oleh Mentari akan segera terjadi. Pernikahan mereka digambarkan sebagai pernikahan yang good life dan fancy.

Keputusan Dago untuk menikahi sang pujaan hatinya Mentari adalah keputusan yang salah, karena beberapa hari sebelum pernikahan mereka dilaksanakan, Dago baru mengetahui bahwa dirinya memiliki seorang anak yang bernama Hujan dari wanita lain akibat hasil dari one night stand.


Anak itu hadir di tengah-tengah persiapan pernikahan mereka, sesuatu tentang masa lalu dan kesalahan yang Dago harus perbaiki. Namun, hal itu tidak mudah karena Dago akan segera menikah dengan Mentari.

Dago merasa luluh ketika melihat kondisi anak itu. Tinggal di panti asuhan, dibuang oleh ibunya sendiri, bahkan memiliki penyakit sejak kecil yang membuat hati Dago tidak tega dengan anaknya sendiri. Namun, di sisi lain ia juga takut jika Mentari tahu, bahwa anak itu adalah anak kandungnya dengan perempuan lain.
Pernikahan itu rupanya tetap dijalankan, Dago tidak bicara jujur pada Mentari, ia terus menutupi fakta itu dan memanipulasi Mentari karena tidak ingin Mentari pergi. Lalu mereka menikah diawali dengan adanya kebohongan yang ditutup-tutupi. Karena tidak ada hal baik ketika kita mengawali semuanya dengan kebohongan, akan terus ada kebohongan-kebohongan lain yang terucap.

Hubungan pernikahan mereka pun terus berjalan hingga kabar baiknya Mentari telah mengandung. Namun, hati Dago tidak karuan, ada yang mengganjal karena sampai Mentari mengandung pun Dago belum memberitahu mengenai fakta dan kesalahan yang diperbuatnya di masa lalu.

Dago belum memberitahu tentang Hujan. Sampai datanglah seseorang yang memberitahu semuanya hingga membuat rumah tangga Dago dan Mentari kacau dengan kondisi Mentari yang sedang hamil.

Siapa sangka, baik Dago ataupun Mentari tidak pernah merencanakan hal ini. Mereka berjanji di altar pernikahan untuk menua bersama, melihat anak cucu mereka tumbuh besar dan sukses. Tapi kini, semua janji manis itu hanya bualan semata.
Mereka harus duduk bersisian di kursi persidangan untuk bercerai. Dago dan Mentari tidak pernah mengira mereka menikah hanya untuk berpisah. Sebab, seperti puisi yang pernah Mentari tulis untuk Dago, “Aku ingin menua dan mati didekapmu,” itulah yang sebenarnya mereka harapkan.

Seluruh perjalanan berliku yang telah mereka lewati seakan sia-sia. Perpisahan itu sudah di depan mata. Perjalanan yang Dago dan Mentari lalui bersama nyaris selesai dan berada di ujung jalan. Mereka harus saling melambai, melanjutkan kehidupan masing-masing karena jalan yang mereka pilih sudah berbeda, dan kembali menjadi asing.

Dago bertanya pada Mentari, “did you still love me?”. Sebelum jalan itu benar-benar berhenti, pertanyaan Dago di persimpangan jalan benar-benar membuat langkah Mentari berhenti. Pertanyaan itu merasuk ke dalam jiwa dan pikiran Mentari, matanya menerawang pada jalanan panjang di depannya, dan tiba-tiba saja dia merasa takut.

Sebenarnya Dago begitu takut kehilangan Mentari walaupun diceritakan memiliki sifat pembohong dan begitu egois, namun dia juga takut kehilangan Hujan. Perasaannya begitu rumit, dan lebih menyakitkan lagi hati Mentari ketika dia tahu kebenarannya.

“Apa sanggup Mentari berjalan seorang diri tanpa ada Dago di sisinya?” Perasaan itulah yang muncul ketika Dago bertanya sebelum mereka benar-benar berpisah.


Ketersediaan
#
Perpustakaan SMKN 59 Jakarta (895) 895 SKY d
F0000644SKY
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
895 SKY d
Penerbit
Depok : PT Akad Media Cakrawala., 2023
Deskripsi Fisik
332 Hlm; 19cm x 13cm; Bibliografi, hllm 332
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-5953-24-3
Klasifikasi
895
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Cet-7
Subjek
Novel-fiksi
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Skysphire
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Lentera 59
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan SMKN 59 Jakarta merupakan pusat literasi dan sumber belajar bagi seluruh warga sekolah, menyediakan berbagai koleksi buku pelajaran, kejuruan, fiksi, hingga digital. Kami mendukung pengembangan budaya baca, literasi digital, dan pembelajaran mandiri dalam suasana yang nyaman dan inspiratif.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?