Art Original
Rindu pancasila
Novel "Rindu Pancasila" karya Mulyawan Karim merupakan sebuah karya fiksi yang sarat dengan muatan reflektif mengenai kondisi sosial-politik Indonesia. Novel ini bukan sekadar cerita biasa, melainkan sebuah narasi yang mencoba membedah kembali relevansi dasar negara kita dalam kehidupan sehari-hari.
Berikut adalah sinopsis dan poin-poin utama dari novel tersebut:
Sinopsis Ringkas
Cerita ini berpusat pada kegelisahan tokoh-tokohnya terhadap lunturnya nilai-nilai luhur Pancasila di tengah masyarakat modern yang kian pragmatis dan terpolarisasi. Melalui jalinan konflik antar karakternya, Mulyawan Karim menggambarkan bagaimana sila-sila dalam Pancasila sering kali hanya menjadi slogan tanpa makna di level akar rumput.
Narasi dalam buku ini berusaha menjawab pertanyaan: "Ke mana perginya jiwa Pancasila saat ketidakadilan dan intoleransi merajalela?"
Poin-Poin Utama Novel
Kritik Sosial: Novel ini menyoroti fenomena korupsi, kesenjangan ekonomi, dan pudarnya rasa gotong royong yang seharusnya menjadi identitas bangsa.
Pencarian Makna: Tokoh utama dalam cerita ini melakukan semacam "perjalanan batin" atau dialog intelektual untuk menemukan kembali esensi keadilan sosial dan ketuhanan yang inklusif.
Relevansi Zaman: Penulis mencoba membenturkan nilai-nilai klasik Pancasila dengan tantangan era digital dan globalisasi yang cenderung individualis.
Gaya Bahasa: Mulyawan Karim dikenal dengan gaya penulisan yang lugas namun tetap filosofis, membuat pembaca tidak hanya menikmati alur cerita tetapi juga terpacu untuk berpikir kritis.
Tidak tersedia versi lain